keep spirit, semangat pemuda, semangat berkarya!

Selasa, 01 Oktober 2013

Cerdas saat galau

Merenungi nada nada hati
risau menyayat mentabur jiwa
kenapa meradang pikirnya berkarat
tersiorir hati dan kepala hitamlah ia
kapankah menepis rongga tegang
sepi pilu didinding kamar dalam takbir tak bertabu
malam yang tiada henti berbisik rindu

datanglah ketenangan pembalut sepi
mendengarkan nyanyian dag dig dug hati
kakulah jiwa tak bertanya

galau mengantarkanku sejenak bungkam
tersadar aku hidup dibumi
harapanpun bertepi
tak usahkahlah ia terhempis lama


ribuan hari menyapa tanganku dengan harapan
mudaku ternantikan dalam rutanitas ketulusan
menjadi pribadi cerdas dalam galau yang terfitrah menggebu
tersadarkan aku dalam seberkas cahaya cerminan diri
aku harus bangkit
meneladani karakter diri
membenahi jiwa yang kaku

aku yakini malam tak segersang galau yang memusuhiku
aku manusia hidup
ternantikan dan terindukan

saatnya memikirkan diri dalam pengenalan bertabuh dan memberi
berkontrobusi memahami dan menyakini
siasat potensi yang berintan melambai
diriku harus bangkit
seutuhnya manusia

(teruntuk adiku sonya sutardi ayosemangat, ini aku buatkan puisi untukmu dan dibawahnya ada cuplikan wacana tertulis) hehehe

Berfikir Cerdas Saat Hati Galau

Hati adalah bagian terpenting dalam diri manusia. Didalamnya berkumpul berjuta rasa dan keinginan dalam jalani hidup ini. Dengan hati manusia dapat tentukan pilihan dalam kehidupannya. Dengan hati pula terkumpul energi untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Namun seringkali hati kita mengalami kegalauan dalam beraktivitas, apakah karena ketidak sukaan kita akan suatu hal, atau karena terlalu pekanya hati kita atas ucapan seseorang. Keduanya sering dialami dan menimbulkan kegalauan dalam diri. Dan pada saat galau inilah sering kita bertindak irrasional tanpa akal dan logika. Tak pernah terlintas pertimbangan pemikiran saat hati galau. Terlebih bila glau tersebut menyangkut perasaan terhadap seseorang.

Tapi alangkah bijaknya kita, saat hati kita galau maka pikiran pun tetap terus berjalan sesuai dengan fungsinya tidak mengesampingkannya. Lalu hati pun berkata, bagaimana mungkin itu terjadi? Saat galau yang ada hanya dua pilihan, suka-tidak suka, setuju-tidak setuju, mau-tidak mau. Bagaimana mungkin kita dapat berpikir jernih saat hati kita galau?

Baiklah hati boleh punya seribu alasan untuk tidak mau berpikir jernih saat galau. Namun, akal pikiran tak boleh kalah dengan hati. Bagaimana caranya? berikut kami ingin coba berbagi tips tetap berpikir jernih walau hati sedang galau.

Tips pertama adalah istighfar atau memohon ampun.

Yaitu bila muncul galau dalam hati ini, segeralah kita berucap istighfar atau mohon ampun pada Allah SWT, tuhan semesta alam. Karena semuanya adalah atas kehendak-NYA hati kita menjadi galau. Sehingga bila kita langsung teringat dan mengucap istighfar saat galau muncul, maka ini dapat menurunkan sedikit derajat kegalauan dalam hati. Mengapa? Karena kita akan segera tersadar bahwa ada berjuta hikmah dari kegalauan hati kita. Akan tersadar bahwa semua atas izin-NYA terjadi dan semua terjadi karena pasti Allah sedang memberi kasih sayang-NYA pada kita walau itu sebuah ujian atau masalah yang menimpa, seperti kegalauan dalam hati.Insya Allah

Tips kedua adalah do’a pada yang kuasa, Allah SWT

Setelah lisan ini mengucap istighfar(ampunan), maka lanjutkan dengan do’a. Karena do’a merupakan bentuk refleksi dari berpikir kita. Mengapa? Dalam do’a terangkai beragam keinginan dan pengharapan yang dalam pada sang pencipta serta penguasa alam semesta atas hal yang kita alami sebagai bentuk penyelaman dalam berpikir. Maka jika galau mengahampiri, setelah kita beristighfar, maka segeralah kita berdo’a. Selain untuk diberi solusi, do’a merupakan terapi bagi akal kita agar tidak mati rasa saat hati galau. Wallahu’alam

Tips ketiga adalah berpikir cerdas hadapi masalah yang membuat galau laksana ksatria dimedan laga.

Akhir dari langkah kita setelah istighfar dan do’a adalah berpikir cerdas hadapi masalah hilangkan kegalauan seperti ksatria. Bagaimana? Mungkin mudah diucapkan tapi sulit dilakukan. Sebenarnya mudah atau sulit diri kita yang membuatnya. Akan terasa sulit bila kita meyakini itu sulit. Akan terasa mudah bila kita memaknai serta menjiwai bahwa itu mudah. Untuk berpikir cerdas perlu beberapa langkah, yaitu:

Beri asumsi dalam pikiran kita bahwa semua masalah ada solusinya. Tidak ada masalah tanpa solusi, tak ada penyakit tanpa obatnya. Asumsi ini terus kita tanamkan sehingga akan tergerak diri kita untuk berpikir mencari solusi atas kegalauan hati kita.
Keluarlah dari masalah yang dihadapi. Saat galau, segeralah kita beranjak keluar dari kegalauan tersebut. Caranya adalah dengan kita tidak menuruti kegakauan hati dengan melakukan hal-hal yang membuat kita tidak nyaman dengan kegalauan tersebut.
Setelah keluar dari masalah, mulai berpikir cari kunci untuk membuka pintu solusi dari masalah tersebut. Yakin banyak kunci yang tersedia, apalagi banyak tukang kunci yang bermunculan. He…
Berani untuk mencoba kunci-kunci tersebut tanpa perlu ragu apalagi berpikir bahwa kunci tersebut tidak berhasil. Hindari! Yakin kunci yng kita pilih adalah tepat. Kalau tidak tepat cari kunci yang lain tanpa perlu sesali pilihan kunci yang pertama atau yang sebelumnya.

Tawakal dan yakin bahwa ada sebuah dzat yang akan mengilhamkan solusi kepada kita, yaitu Allah SWT saat kita telah maksimal dalam melakukan semua usaha, termasuk maksimal berpikir cerdas saat hati galau.
Nah, pada akhirnya kita dapat menyimpulkan bahwa sebenarnya bukan kita tidak mampu berpikir cerdas saat hati galau, tapi kitanya yang tidak mau berpikir cerdas saat hati galau. Mengapa? Karena kita terbiasa diberikan solusi dari pada mencari sebuah solusi. Kerana kita terbiasa ditolong dari pada menolong. Terbiasa berharap dari pada memberi harapan. Terbiasa mundur dari pada maju hadapi masalah. Akhirnya mari kita ucapkan selamat tinggal GALAU, dan selamat datang berpikir CERDAS untuk semua masalah. Wallahu’alam bi shawab.
— bersama DrEni TRy AfNy.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar